Rabu, 08 Desember 2010

PENDEKATAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI

PENDEKATAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam menyikapi fenomena ini manusia harus terus berpacu dalam mengembangkan kualitas pendidikan.
Seiring dengan adanya babak baru dalam pergaulan politik di Indonesia, sejak bergulirnya reformasi , kebijakan-kebijakan baik yang menyangkut politik, ekonomi, maupun pendidikan mengalami perubahan. Khususnya pada bidang pendidikan,dengan adanya UU No.22 dan 25 Tahun 1999 tentang otonomi pemerintah daerah, menjadiakan pendidikan sebagai bagian otonomi daerah yang menyaratkan adanya pendelegasian wewenang pendidikan dari tingkat pusat ke daerah.
Arus ini mengarah pada desentralisasi pendidikan, yang akhirnya mengubah sistem pendidikan nasional secara total.Dengan otonomi daerah ini ,sebetulnya justru memberi angin segar bagi daerah,karena dengan diterbitkanya UU SISDIKNAS No 22 Tahun 2003,Memberikan warna baru bagi sistem pendidikan nasional.Satu-satunya implementasi dari paradigma baru itu adalah kurikulum yang sejalan dengan desentralisasi ,demokratisasi dan otonomi daerah yang sifatnya diverifikasi.
Akan tetapi jika kita terjun dilapangan masih ada lembaga-lembaga pendidikan yang belum mampu mengaplikasikan tentang paradigma baru tentang kurikulum tersebut. Umumnya mereka masih terpaku dengan sentralisasi pendidikan yang telah puluhan tahun dijalani.Sehingga ketika dengan adanya desentralisasi pendidikan yang semestinya mereka dapat mengembangkan kurikulumnya sesuai dengan karakteristik daerahnya mereka belum begitu tanggap.
Di dalam teori kurikulum setidak-tidaknya terdapat empat pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum yaitu: pendekatan subyek akademis,pendekatan humanistis,pendekatan teknologis,dan pendekatan rekonstruksi sosial(Muhadjir 2000).
Untuk itu dimakalah ini kami akan membahas salah satu pendekatan dari pengembangan kurikulum yaitu ‘pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam’.

B. Rumusan masalah
1. Apakah Pengertian pengembangan kurikulum?
2. Bagaimana Landasan pengembangan kurikulum?
3. Bagaimana Proses pengembangan kurikulum?
4. Bagaimana Pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam?
C. Batasan masalah
Makalah ini hanya membahas hal-hal yang berkaitan dengan :
1. Pengertian pengembangan kurikulum
2. Landasan pengembangan kurikulum
3. Proses pengembangan kurikulum
4. Pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam
D. Tujuan pembahasan
Dari pembahasan tersebut diharapkan dapat mengerti tentang :
1. Pengertian pengembangan kurikulum
2. Landasan pengembangan kurikulum
3. Proses pengembangan kurikulum
4. Pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam







BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian pengembangan kurikulum

Kurikulum berasal dari bahasa yunani curere yang berarti Garis-garis di lapangan tempat atlit pelari berlari dalam suatu kompetisi. Segala kegiatan, pengalaman, dan upaya yang berpengaruh terhadap berhasil-tidaknya tujuan pendidikan, baik disengaja/direncanakan oleh sekolah (formal curriculum), maupun tidak direncanakan yakni terjadi begitu saja pada peserta didik (hidden curriculum)
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan pendidikan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Esensi kurikulum ialah program, yakni program dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan ini ditetapkan berdasarkan kehendak manusia, dan setiap manusia menghendaki terwujudnya manusia yang baik. Jadi, kurikulum harus berupa program untuk mengembangkan manusia agar menjadi “manusia yang baik”
Kurikulum ibarat resep (bisa mata pelajaran atau kegiatan, seperti kegiatan PHBI, PHBN, bhakti sosial dsb.)
Sesuai definisi tentang kurikulum tersebut diatas maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama islam adalah :
1. Kegiatan menghasilkan kurikulum PAI
2. Proses yang mengaitkan suatu komponen dengan yang lainya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang baik dan atau
3. Kegiatan penyusunan (desain).pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan kurikulum PAI.
GRAND KURIKULUM















B. Landasan pengembangan kurikulum
Ralph Tyler (1949) mengemukakan empat factor atau asas yang digunakan sebagai landasan untuk pengembangan kurikulum yaitu:
1. Azas filosofis yakni filsafat suatu bangsa. Bagi bangsa Indonesia, azas filosofisnya adalah pancasila.
2. Azas sosiologis yang mencakup harapan, kebutuhan dan sejarah perkembanga masyarakat, serat nilai-nilai yang diakui masyarakat.
3. Azas psikologi, khususnya psikologi belajar dan psikologi perkembangan peserta didik.
4. Azas ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangannya, sebagai landasan untuk menyusun bahan pelajaran.
C. Proses pengembangan kurikulum
Sesuai pengertian tersebut,maka proses pengembangan kurikulum digambarkan oleh Hasan (2002) dalam chart sebagai berikut:

PENGEMBANGAN KURIKULUM
ide hasil

program pengalaman


silabus

E V A L U A S I

PENGALAMAN IMPLEMENTASI EVALUASI



Chart tersebut menggambarkan bahwa seseorang dalam mengembangkan kurikulum PAI dimulai dari kegiatan perencanaan kurikulum.Dalam menyusun perencanaan ini didahului oleh ide-ide yang dituangkan dan dikembangkan dalam program,ide kurikulum bisa berasal dari :
1. Visi yang dicanangkan
2. Kebutuhan stakeholders
3. Hasil evaluasi kurikulum sebelumnya dan tuntutan perkembangan ipteks & zaman
4. Pandangan –pandangan para pakar dengan berbagai latar belakangnya
5. Kecenderungan era globalisasi, yang menuntut seseorang untuk memiliki etos belajar sepanjang hayat,melek sosial,ekonomi,politik,budaya,dan teknologi.

D. Pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam
Pendekatan teknologi dalam menyusun kurikulum agama islam bertolak dari analisis kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.Materi yang diajarkan, kriteria evaluasi sukses, dan strategi belajarnya ditetapkan sesuai dengan analisis tugas (job analysis) tersebut. Kurikulum berbasis kompetensi yang sedang digalakkan disekolah/ madrasah termasuk dalam kategori pendekatan teknologis.
Dalam pengembangan kurikulum PAI, pendektan tersebut hanya bisa digunakan untuk pembelajaran PAI yang menekankan pada know how cara menjalankan tugas-tugas tertentu. Misalnya cara menjalankan shalat, haji, puasa, zakat, mengkafani mayat, shalat jenazah dan saterusnya.
Pembelajaran dikatakan menggunakan pendekatan teknologik, bilamana ia menggunakan pendekatan sistem dalam menganalisis masalah belajar, merencanakan, mengelola, melaksanakan dan menilainya, disamping itu pendekatan teknologik ingin mengejar kemanfaatan tertentu, sehingga proses dan rencana produknya (hasilnya) diprogram sedemikian rupa , agar pencapaian hasil pembelajaranya (tujuan) dapat dievaluasi dan diukur dengan jelas dan terkontrol. Dari rencana proses pembelajaran sampai mencapai hasil tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Pendekatan teknologik ini sudah barang tentu memiliki keterbatasan-keterbatasan ,antara lain: ia terbatas pada hal-hal yang bisa dirancang sebelumnya, baik yang menyangkut proses pembelajaran maupun produknya. Karena adanya keterbatasan tersebut, maka dalam pembelajaran pendidikan agama islam tidak selamanya dapat menggunakan pendekatan teknologis. Jika dalam sebuah pembelajaran PAI menyangkut perencanaan dan proses bisa dengan pendekatan teknologis akan tetapi ketika harus mengevaluasi tentang keimanan peserta didik atas materi rukun iman misalnya , maka pendekatan teknologis tidak bisa digunakan,karena evaluasi ini sulit untuk diukur.

Berikut contoh pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum PAI
Sebagaiman tertuang dalam kurikulum
1. Standar kompetensi : Mampu mempraktikkan wudlu dan mengenal shalat fardhu
2. Kompetensi dasar : Melaksanakan wudlu

3. Hasil belajar : 1. Mampu menjelaskan tatacara wudlu
2. Mampu menghafal niat wudlu
3. Mampu menyebutkan sunah-sunah wudlu
4. Mampu mempraktikan wudlu

4. Indikator : 1. Hafal niat wudlu
2. Menyebutkan rukun wudlu
3. Menyebutkan batalnya wudlu
4. Menjelaskan batasan air yang diperbolehkan untuk wudlu
5. Menjelaskan kegunaan wudlu
6. Mempraktikan wudlu dengan baik dan benar

Dari rumusan kompetensi dasar dan hasil belajar, yang dijabarkan pada indikator maka, dapat diketahui organisasi isi pembelajaranya.organisasi tersebut bukan hal yang paten akan tetapi bisa diubah, sebaliknya justru guru PAI dituntut untuk mengorganisasikan lagi dengan cara memilih, (menata urutan bahan dan lain sebagainya yang saling berkaiatan) dengan memperhatikan gendala dan karakteristik peserta didik serta pengalaman guru dalam kegiatan pembelajaran.Dan untuk dapat mengorganisasi dengan baik ,maka perlu dilakukan analisis tugas dan jenjang belajar sesuai dengan karakteristik pendekatan teknologis.


Analisis tugas dalam pembelajaran praktik wudlu

no Tugas pokok Bagian Unsur
1 Praktik wudlu 1. Melaksanakan sunah-sunah wudlu


2. Niat wudlu bersama dengan membasuh muka
3. Membasuh kedua tangan
4. Mengusap sebagian kepala
5. Mengusap kedua telinga
6. Membasuh kaki

7. Membedakan batasan dalam tatacara wudlu



Membaca basmalah
Berkumur
Menghisap air dihidung

Batasan muka yang wajib dibasuh

Membasuh sampai siku
Merupakan sunah wudlu

Merupakan sunah wudlu
Sampai dengan mata kaki

Membedakan antara membasuh dan mengusap
Membedakan antara rukun wudlu dan sunahnya wudlu


Analisis tugas belajar dapat juga disusun berdasarkan jenis tigas yang sama, misal dalam pembelajaran wudlu tersebut dikelompokkan menjadi dua jenis kelompok belajar:
Belajar hafalan meliputi:
1. Hafalan niat wudlu
2. Membaca basmalah
Belajar gerakan meliputi :
1. Berkumur
2. Membasuh muka
3. Membasuh kedua tangan
4. Mengusap sebagian kepala
5. Mengusap kedua telinga
6. Membasuh kaki

Dari analisis tugas tersebut kemudian ditata jenjang belajarnya,untuk mengetahui urutan kegiatan belajar peserta didik, bdalam arti mana yang harus didahulukan dalam pengalaman belajar dan bagaimana hubungan antar kegiatan tersebut.
Cara penataan jenjang belajar dapat ditempuh berdasar:
1. tingkat kesukaran
2. Luas sempitnya materi
Setelah itu ditentukan strategi penyampaianya yang didalamnya mencakup :
1. Pendekatan
2. Metode
3. Teknik
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran PAI, yaitu pendekatan pengalaman,pendekatan pembiasaan,emosional,rasional,fungsional.Masing- masing pendekatan tersebut dapat dilaksanakan melalui beberapa metode, yang kemudian dijabarkan dalam teknik sesuai dengan metode dan pendekatan yang digunakan.














BAB III
ANALISIS

Dengan uraian tentang pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum maka, tidak semua pesan-pesan pembelajaran PAI dapat disampaikan dengan pendekatan teknologi. Pesan pembelajaran PAI berupa keimanan tidak dapat diterapkan atau didekati dengan teknologi,karena masalah tersebut adalah masalah yang abstrak.Sedangkan pendekatan teknologi bersifat prosedural dan ketrampilan.
Dan disini dapat pula dilihat bahwa dalam sebuah standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat diterapkan lebih dari satu pendekatan untuk mencapai tujuan yang tertuang dalam tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien





















BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Pengembangan kurikulum pendidikan agama islam adalah :
- Kegiatan menghasilkan kurikulum PAI
- Proses yang mengaitkan suatu komponen dengan yang lainya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang baik dan atau
- Kegiatan penyusunan (desain).pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan kurikulum PAI.
2. Landasan pengembangan kurikulum
- Azas filosofis yakni filsafat suatu bangsa. Bagi bangsa Indonesia, azas filosofisnya adalah pancasila.
- Azas sosiologis yang mencakup harapan, kebutuhan dan sejarah perkembanga masyarakat, serat nilai-nilai yang diakui masyarakat.
- Azas psikologi, khususnya psikologi belajar dan psikologi perkembangan peserta didik.
- Azas ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangannya, sebagai landasan untuk menyusun bahan pelajaran.
3. Proses pengembangan kurikulum
- Visi yang dicanangkan
- Kebutuhan stakeholders
- Hasil evaluasi kurikulum sebelumnya dan tuntutan perkembangan ipteks & zaman
- Pandangan –pandangan para pakar dengan berbagai latar belakangnya
- Kecenderungan era globalisasi, yang menuntut seseorang untuk memiliki etos belajar sepanjang hayat,melek sosial,ekonomi,politik,budaya,dan teknologi.
4. Pendekatan teknologi dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam
Dalam pengembangan kurikulum PAI, pendekatan tersebut hanya bisa digunakan untuk pembelajaran PAI yang menekankan pada know how cara menjalankan tugas-tugas tertentu.




DAFTAR PUSTAKA


Muhaimin , Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (Pt Raja Gravindo Persada,Jakarta ,2005)
Syairofi, Pembinaan Guru MI Se Jawa Timur, di inna tretes hotel,pasuruhan jawa timur, juli 2006
Muhaimin ,pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan di madrasah ,pemerintah propinsi jawa timur Sekretariat daerah surabaya12 September 2006
http://teoripembelajaran.teknodik.net/?p=227
Achmad Patoni,Metologi Pendidikan Agama Islam (Pt Bina Ilmu,Jakarta,2004)
Muhaimin, Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam (Nuansa,Bamdung,2003)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar